Kamis, 21 Februari 2008

Siluet Angin dalam Pandanganku


Kadang-kadang...
Saat memori hentikan waktu
Sering ku mantapkan hati tuk terus berjalan

Kadang-kadang...
Kala sepi datang mendera
Selalu ku yakinkan diri bahwa semua kan berlalu

Kadang-kadang....
Kalau rasa kangen kian membuncah
Jarang-jarang ku dapat menghibur diri

Setiap hari....
Selalu ku ku nanti tiap detik berdetak
Akan selalu ada harap untuk hari esok

Setiap Bulan....
kadang ku hitung tiap hari yang telah ku lalui
Ingin ku perbaiki tiap langkah yang goyah dan miring

Setiap tahun....
jarang ku lewati dengan gegap tawa dan keramaian
tahun-tahun yang terpecah menjadi hari-hari penuh kekosongan sangat tidak menyenangkan

Ada duka di masa lalu
Selalu....
Penyesalan yang tidak berguna
Perbaikan yang tidak lagi berarti

Ada suka jauh di depan
mungkin...
Entah kapan dapat kunikmati
Terlalu banyak sandungan

Ada keputusasaan saat ini
pasti....
Tertancap dalam di dalam hati
Ku bingung membawa langkahku

Jangan pandang aku dengan pandangan yang selalu menunduk
Aku setara dengan ketinggianmu
Aku bahkan dapat mencium aroma kesombongan itu
Bilur-bilur itu masih menjerat pergelangan kakiku
Aku tertahan oleh sesuatu yang paling menakutkan
Aku ingin benang itu tetap utuh
Karena ada warna di atasnya....
Warna-warna yang telah ku kumpulkan dengan air mata, darah dan kesakitan
Punya ironi warna yang begitu mencolok
Warna yang ku kumpulkan dengan pengorbanan, kesabaran dan sekeping asa
Punya harmoni warna yang lembut
Aku tak mau rajutanku terpotong lidah

Kadang-kadang....
Kala dinding persegi ini mengurungku dalam kesenyapan malam
Ada Kau di dalam diriku....
Jalan yang kulalui tidak datar seperti jalan lain

Selalu.....
Kau dan aku bertabrakan dengan sebuah kecerdasan tanpa batas
Duniamu dingin.........

2 komentar:

paul "enjoy" mengatakan...

WOWWW PUISINYA BAGUS AMAT YA....OYA JANGAN LUPA SINGGAH2 DI BLOG AKU JUGA YA

http://paul02583.multiply.com
http://paul02583.wordpress.com

kamu orangnya romantis juga ya.

rhea mengatakan...

Puisi ini miris.... Heran ada yang bilang romantis