Sabtu, 15 November 2008

Kabut Gairah

Rambut yang gelap
Kemeja putih yang berantakan
Celana hitam yang kusut

Ku berjingkat menyampirkan gaun di pundak
Sinar keemasan yang membias menembusi segelas anggur merah
Di tanganmu

Bibir yang dingin
Wajah yang terpahat sempurna
Namun kaku
Tubuh yang atletis
Kulitnya tidak putih

Kau menoleh
Membuat alunan detak jantung berhenti
Dan Waktu ikut terhenti

Harum sabun dari bak mandi busa yang meluap
Menguar di sekitar
Handuk hangat yang tidak lagi kering menyelimuti tubuhku
Tubuhku yang gemetar

Tanpa senyum
Tanpa ekspresi wajah yang jelas
Kau mendekat

Lalu ku desahkan
Maaf
Ku lanjutkan...
Tertidur di bak mandi
Ku tambahkan
Ku rasa kalau kita cepat, masih bisa tiba di sana

Lalu wajah dinginmu memudar
Tangan hangatmu menyentuh pipi
Kau serahkan segelas anggur di tanganku
Kau bisikkan sesuatu
Nafasmu menghangati

Lalu kau menjauh
Memasang dasimu
Meraih setelan BOSS mu
menyemprotkan botol minyak wangi dengan harum maskulin

Pun aku bergegas
Memakai gaun
Menyambar high heel
Memasang asesoris
Menyanggul rambut
Mengoles lipstik

Tatapmu mengawasi
Ada kabut di sana
Di matamu...
Ada api di dalamnya
Di mata kelammu

Ku tarik stocking hitam
Ku kaitkan di ujung Victoria Secret
Ku pakai high heel
Aku telah siap

Lalu tanpa kata
Kau membuka pintu
Kita akan pergi ke sebuah pesta

0 komentar: