Kamis, 28 Februari 2008

Sepi


Pijar cahaya.......

Di kejauhan

Terbias kaca

Memudar


Pendar Kunang-Kunang

Malam hari

Di tengah sawah

Penuh kesenyapan


Denting piring

Di iring Adzan

Sesosok tubuh

Di meja makan besar


Memeluk sang pangeran

Meringkuk di ujung tempat tidur

Tawa sang putri yang menghibur

Tanpa mahkota sang Raja?


Tiada kaki

Hanya berpegang

Memberati nya

Jiwa yang ringkih

Hati yang tipis

Mata yang mempunyai sumber air deras

Mulut yang mudah mengeluh

Penuh sepi.......



Senin, 25 Februari 2008

Novel Pertama?

Opi-Dumpey-Nest, Twinade & Disgusting Best Friend, novel ke enam dari Ester (kalo ga salah), novel kedua yang gue beli, dan merupakan novel yang pertama yang gue baca sampai tuntas ^^

Gue termasuk orang yang males membaca, apalagi bila melihat bacaan/novel dengan wujudnya yang tebal dan cuma berisi teks doank, tanpa gambar. Gue lebih suka membaca komik meski banyak temen gue yang selalu ngatain "Buset!?! umur berapa lu masih baca komik aja!", atau "Lebih seru baca novel mas, fantasi gue lebih bebas dengan tidak adanya gambar". Yah namanya juga selera, sama dengan seni, ada yang suka, bahkan ada yang tidak suka sama sekali. Gue bisa mengerti meski dalam hati gue tidak setuju kalo gambar pada komik itu untuk membatasi fantasi/imaginasi pembacanya.

Buktinya gue, misal seperti di komik Tiger Wong, saat Tiger memamerkan kecepatan tendangannya pada si Maggie, gadis idamannya. Saat itu gue sampai menghitung jumlah gambar kaki si Tiger, bahkan sampai mencoba meniru gerakan si Tiger, 100 tendangan per detik! Konyol memang ^^ setidaknya itu bukti, dan gue yakin gue bukan satu-satunya.

Novel yang pertama kali gue beli yaitu Musashi, saat itu gue masih kelas 2 SMU, baru membaca berapa halaman aja gue udah teler, dan tidak pernah tuntas sampai sekarang. Kecuali Opi-Dumpey-Nest, Twinade, And Disgusting Best Friend karya Ester yang gue beli 17 Maret 2007 di sebuah toko buku ternama di sekitar Blok M, Ester pintar memilih dan menyusun kata, menggelitik, sampai tak jarang gue cekikikan ngebacanya dan ga sabar menuju halaman berikutnya karena Ester juga pintar membuat alur ceritanya sehingga gue selalu penasaran, sampai barista dan para pengunjung kafe langganan gue saat itu ikut geli ngeliat polah tingkah gue saat membacanya. Bahkan sampai ada yang berkomentar, "Wah mas ini seru amat tapi ga matching mas dengan bacaannya yang ber-cover eye candy begitu sementara yang baca gondrong kayak Rambo!?!" dan gue cengar-cengir malu sendiri ^^

Setelah itu gue cari novel-novel Ester yang terdahulu sebelum Opi-Dumpey-Nest.., sayang gue belum bisa mendapatkannya sampai sekarang T_T

AYA!?! Gue tunggu loh ^^

Jumat, 22 Februari 2008

My Guardian Angel

Woke up at night
Again........

Laid watching the wall
my bookshelf

That clock was sounding
tik tuk tik tuk....

February would soon be gone
A broken Valentine...
A bad news.........
A beautiful gift......
March would come........

The piece of Orchid
Beginning to die in the glass

four until twelve months
in his suffer

That Angel
My Guardian Angel

The Crying heart
Innocent children
The love was belong to them

Cruel faith
Unfair You
so useless.......
Don't leave me please........

My guardian angel
Stay with me........

Kamis, 21 Februari 2008

tentang pujangga

Dedicated to Leonita. A perspective from an old friend

inside out:
kreatifitas dalam lingkaran emas
merpati yang ingin lepas terbang
burung pipit di sarang elang
bocah dalam wujud bunda
imajinasi yang terhalang kesombongan asing

tentang kata-kata:
baris cerminan jiwa
melantun di atas lembar-lembar kertas
menyanyikan narasi cinta, dusta, dan prahara
terbit ketika raga terbelenggu atas nama pengorbanan
dan sepi...
dan salah diartikan...

kemerdekaan yang diukir pena








petite bouquet



courtesy of Kwan (Feb 2, 08)
4045 E Fairhaven
Orange, CA

Siluet Angin dalam Pandanganku


Kadang-kadang...
Saat memori hentikan waktu
Sering ku mantapkan hati tuk terus berjalan

Kadang-kadang...
Kala sepi datang mendera
Selalu ku yakinkan diri bahwa semua kan berlalu

Kadang-kadang....
Kalau rasa kangen kian membuncah
Jarang-jarang ku dapat menghibur diri

Setiap hari....
Selalu ku ku nanti tiap detik berdetak
Akan selalu ada harap untuk hari esok

Setiap Bulan....
kadang ku hitung tiap hari yang telah ku lalui
Ingin ku perbaiki tiap langkah yang goyah dan miring

Setiap tahun....
jarang ku lewati dengan gegap tawa dan keramaian
tahun-tahun yang terpecah menjadi hari-hari penuh kekosongan sangat tidak menyenangkan

Ada duka di masa lalu
Selalu....
Penyesalan yang tidak berguna
Perbaikan yang tidak lagi berarti

Ada suka jauh di depan
mungkin...
Entah kapan dapat kunikmati
Terlalu banyak sandungan

Ada keputusasaan saat ini
pasti....
Tertancap dalam di dalam hati
Ku bingung membawa langkahku

Jangan pandang aku dengan pandangan yang selalu menunduk
Aku setara dengan ketinggianmu
Aku bahkan dapat mencium aroma kesombongan itu
Bilur-bilur itu masih menjerat pergelangan kakiku
Aku tertahan oleh sesuatu yang paling menakutkan
Aku ingin benang itu tetap utuh
Karena ada warna di atasnya....
Warna-warna yang telah ku kumpulkan dengan air mata, darah dan kesakitan
Punya ironi warna yang begitu mencolok
Warna yang ku kumpulkan dengan pengorbanan, kesabaran dan sekeping asa
Punya harmoni warna yang lembut
Aku tak mau rajutanku terpotong lidah

Kadang-kadang....
Kala dinding persegi ini mengurungku dalam kesenyapan malam
Ada Kau di dalam diriku....
Jalan yang kulalui tidak datar seperti jalan lain

Selalu.....
Kau dan aku bertabrakan dengan sebuah kecerdasan tanpa batas
Duniamu dingin.........

Rabu, 20 Februari 2008

closing the 2007 chapter

I come to the end of 2007 days counting
365 dates marked

I remember the first date I crossed
Longingly wished for the time to go by
So many things happened
New experience, adventures, togetherness, disasters..
New friends

Laughter that I shared
Tears that I shed

My best friends' weddings that I missed
and my dear friends' funerals..
also the new born babies..

I am closing the 2007 chapter with a couple of answers
one to my beloved other half
one to a question I used to deny

I am closing this chapter with wishes
of a prosperous and blessed new year
of commencement
of coming home
of seeing people that I miss
of luck and happiness
HAPPY NEW YEAR 2008